4/21/19

Penyakit Malaria ternyata berbahaya

Apa yang terlintas dibenak kita ketika mendengar Malaria? Nyamuk, pil kina atau simbah-simbah kita? Penyakit malaria sudah sejak dulu menyerang nenek moyang kita. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit ini hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Ada beberapa jenis penyakit malaria, yaitu malaria falsiparum, malaria vivaks, malaria ovale, malaria malariae, dan malaria knowlesi. Penyakit malaria ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang mengandung parasit malaria kepada orang yang sehat. Siklus hidup nyamuk Anopheles ini dari telur- larva – pupa – dewasa. Siklusnya kurang lebih sekitar 12 hari. Gejala-gejala orang yang terkena malaria adalah demam, berkeringat , sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal-pegal. Malaria sangat berbahaya bagi Ibu Hamil. Ibu Hamil yang terkena malaria dapat menyebabkan bayi lahir mati, bayi lahir dengan anemia, bayi lahir dengan berat badan rendah. Bahkan bisa menyebabkan ibu hamil tersebut meninggal dunia. Daerah – daerah yang menjadi tempat berkembangnya nyamuk Anopheles di daerah yang terdapat genangan air. Seperti rawa-rawa, tambak, kolam terbengkalai, persawahan dan muara sungai. Daerah- daerah tersebut harus dikelola dan dibersihkan dengan baik. Cara pencegahannya : - Membersihkan lingkungan - Mengeringkan air yang tergenang - Membersihkan lumut pada mata air atau danau - Memelihara ikan pemakan jentik - Menebarkan larvasida atau racun jentik. Beberapa cara agar terhindar dari malaria: - Tidur memakai kelambu - Memakai lotion anti nyamuk - Memasang kasa di lubang angin - Kandang ternak dijauhkan dari rumah. - Memakai obat anti nyamuk oles (repelen) - Apabila keluar rumah pada malam hari, disarankan memakai pakaian yang menutup badan. - Menanam tanaman seperti lavender, kecombrang, zodia. Penyakit Malaria bisa kita temukan didaerah yang endemis malaria. Daerah endemis malaria adalah daerah yang terdapat penularan malaria atau daerah yang selalu ditemukan kasus malaria. Bagi para treveler yang sering berkunjung ke daerah endemis malaria, disarankan meminum obat sebelum berkunjung. Jika terserang malaria, obat yang disarankan oleh tenaga medis harus dipatuhi. Misalnya mendapat obat yang diminum untuk 14 hari, ya harus diminum selama 14 hari. Walaupun hari kelima sudah sembuh, tetap dilanjutkan minum sampai hari ke emparbelas. Supaya plasmodium yang bersembunyi dihati bisa tuntas. Adanya peringatan Hari Malaria setiap tanggal 25 April untuk mengingatkan kembali bahwa malaria masih menjadi penyakit yang berbahaya,

3/14/19

Ketaatan Berbuah Manis

Judul : Hafidz Rumahan Penulis : Neny Suswati Penerbit : Aura Publishing Cetakan : Pertama, Februari 2019 Tebal : 200 Halaman ISBN 978 – 623 – 211 – 033 – 5 Pendidikan menjadi hal yang utama bagi setiap keluarga. Metode pendidikan yang dipilih setiap keluarga pasti berbeda-beda. Masing-masing mempunyai ciri khasnya. Bahkan tidak semua keluarga memilih untuk mendidik anaknya di rumah. Apalagi pendidikan yang mengedepankan ilmu agama. Hanya orang tua yang mempunyai keyakinan teguh dan iman yang kuat. Orang tua yang akan mendidik anaknya dengan ilmu agama. Seperti Ustadz Abdurohim bersama istrinya yang mengedepankan ilmu agama untuk mengawali pendidikan anaknya. Diawali dengan kisah Ustadz Abdurohim yang dulunya bernama Ramlan Dalimunthe (Hal 1-3). Kemudian dilanjutkan dengan perjodohan antara Ramlan Dalimunthe dan Sri Maharani Hasibuan. Walau awalnya Sri Maharani menolak lamaran tersebut namun pernikahan tak bisa dielakan. Singkat cerita mereka pindah ke Pulau Nias. Tempat Ramlan mencari nafkah sebagai guru SMP. Datangnya hidayah memang tidak ada yang bisa menduga. Awalnya Ramlan sering menghindar jika diminta menjadi imam shalat. Maklum shalat saja sekali-sekali masih ada yang ditinggalkan. Suatu hari ada rombongan Jaulah datang ke masjid dekat rumah Ramlan. Qodarallah, Ramlan tergerak hatinya untuk shalat jamaah di Masjid dan mengikuti taklim. (Hal 10). Lambat laun terjadi perubahaan yang luar biasa di keluarga Ramlan yang sekarang akrab dipanggil Abdurohim. Beliau dan istri (Siti Hajar) taat akan perintah Allah SWT. Taat tanpa tapi. Walaupun dipandang masyarakat pada umumnya, keluarga ini dianggap aneh. Padahal Abdurohim dan istri hanya menjalani ketaatan (36). Abdurohim dan Siti Hajar mendidik anak dengan meneladani para sahabat nabi (Hal 56). Mendidik anak menjadi Hafidz sejak dini bukanlah tanpa tantangan. Siti Hajar sangat teguh dan disiplin saat mendidik anak menghafal Al Quran. Naluri anak memang bermain. Terkadang bermain menjadi motivasi agar anak segera menyelesaikan hafalannya (74). Pasangan suami istri ini juga menerapkan metode 0 – 3 – 7 – 10 (107). Buku ini sangat menginspirasi sekali. Bisa dibaca sekali duduk karena bahasanya yang mengalir. Buku yang mengulas keluarga Abdurohim dan Siti Hajar menyadarkan kita akan satu hal. Kesederhanaan tidak menghalangi niat kita untuk mendidik anak menjadi Hafidz dan Hafidzoh. Buku ini cocok bagi keluarga yang ingin mendidik anaknya menghafal Al Quran. Tantangan mendidik anak menghafal Al Quran juga dijelaskan di buku ini. Penulis buku Hafidz Rumahan, Neni Suswati sangat apik mengemasnya dengan bahasa yang ringan.

2/28/19



"Anaknya usia berapa, Bu?" saya memberanikan untu bertanya karena rasa penasaran yang melihat putranya sudah melangkahkan kaki.

"11 bulan Mbak. Pinter dia ini mbak, gak pakai merangkak, langsung berdiri dan jalan. Padahal anak yang lain masih merangkak dan berdiri. Anaknya cepet perkembangannya ini. "Jawab ibu dari anak lelaki yang lucu.

Saya hanya bisa tersenyum dan manggut-manggut. Dalam hati saya sebenarnya ingin menimpali jawaban ibu tersebut. Tapi saya pikir, sudahlah tak usah diributkan.

Anak saya termasuk yang standar perkembangannya, usia 11 bulan masih berdiri, belum bisa jalan. Dulu saat saya belum menikah, saya bertemu dengan Ibu Irene Mongkar. Beliau menekankan kepada saya dan teman-teman, jika besok sudah punya anak, saat tiba waktunya dia merangkak, berikan waktu kepada anak kita untuk merangkak sepuasnya. Merangkak sangat penting buat perkembangan anak kita ke depan. Begitu pesan beliau.

Akhir-akhir ini saya baru mengerti dan paham akan pesan Ibu Irene waktu itu. Ternyata memang merangkak sangay penting buat fokus anak kita ke depannya.


-simbok-